Skip to main content

Availability bias : Ketika Mudah diingat Tidak Selalu Benar

Apa sih availability bias itu?

Availability bias adalah bias kognitif yang merujuk pada kecenderungan orang untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa berdasarkan kejadian yang lebih mudah diingat atau mudah diambil dari ingatan mereka. Bias ini dapat terjadi ketika orang bergantung pada ingatan atau pengalaman yang baru terjadi untuk menilai kemungkinan terjadinya suatu peristiwa atau situasi di masa depan, tanpa mempertimbangkan semua informasi yang tersedia.

Availability bias juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, karena orang dapat membuat pilihan berdasarkan informasi yang paling mudah diingat, daripada mempertimbangkan semua opsi yang tersedia. Hal ini dapat mengarah pada keputusan yang buruk atau kesempatan yang terlewatkan.

Contoh availability bias

Sebagai contoh, seseorang yang baru saja membaca artikel berita tentang kecelakaan pesawat dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya kecelakaan pesawat yang lebih tinggi, meskipun secara statistik, kecelakaan pesawat adalah kejadian yang jarang terjadi. Hal ini disebabkan karena ingatan tentang artikel berita yang baru saja dibaca lebih mencolok dan jelas dalam pikiran mereka, sehingga lebih mudah untuk diingat dan dinilai kemungkinannya.

Contoh lainnya seorang yang mengatakan rokok tidak berbahaya dengan mengambil kesimpulan bahwa tetangganya tidak sakit sementara tetangganya adalah seorang perokok berat. Pernyataan tersebut akan menjadi bias karena dengan menggunakan sampel seorang saja kita tidak dapat menjadikannya sebuah kesimpulan yang akurat.

Pengaruh availability bias terhadap penelitian

Availability bias juga dapat mempengaruhi penelitian yaitu dengan mempengaruhi pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil. Jika peneliti bergantung pada informasi yang paling mudah diakses atau diingat, maka hasil penelitian mungkin tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Selain itu, availability bias juga dapat mempengaruhi interpretasi hasil penelitian, karena peneliti dapat lebih memperhatikan atau menyoroti hasil yang lebih mudah diingat atau lebih salient daripada hasil yang sebenarnya lebih signifikan.

Seperti, jika seorang peneliti mengambil sampel untuk penelitian dari populasi yang paling mudah dijangkau, seperti teman atau kerabat, maka hasil penelitian mungkin tidak mencerminkan populasi secara keseluruhan. Hal ini dapat menghasilkan bias dalam analisis data dan generalisasi hasil penelitian.
Untuk mengatasi pengaruh availability bias dalam penelitian, peneliti perlu melakukan pengumpulan data yang cermat dan memperhitungkan semua faktor yang relevan, serta mencari informasi dari sumber yang berbeda-beda. Selain itu, peneliti juga harus mencari topik penelitian yang benar-benar penting dan relevan, daripada hanya mengikuti tren atau popularitas topik tersebut. Dengan cara ini, penelitian dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat dan berharga bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Availability bias tidak memberikan persentase kemungkinan yang akurat, karena itu adalah bentuk bias kognitif yang dapat mempengaruhi setiap orang dalam cara yang berbeda-beda tergantung pada pengalaman, latar belakang, dan situasi yang berbeda-beda sehingga availability bias dapat mempengaruhi penilaian, keputusan, dan tindakan pada berbagai bidang, termasuk dalam penelitian, pengambilan keputusan bisnis, politik, kesehatan, dan lain-lain.

Cara mengatasi availability bias

Oleh karena itu, penting untuk menyadari kemungkinan adanya availability bias dan mencari informasi yang lebih lengkap dan objektif sebelum membuat keputusan atau menyimpulkan suatu hal. Dalam penelitian, peneliti dapat mengurangi kemungkinan availability bias dengan menggunakan metode penelitian yang cermat dan objektif, serta dengan mempertimbangkan sumber data yang berbeda-beda dan memverifikasi informasi sebelum memasukkannya dalam analisis

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu menghindari availability bias:

  1. Mencari informasi dari berbagai sumber dengan jangan hanya bergantung pada satu sumber informasi atau yang paling mudah diakses. Cobalah untuk mencari informasi dari berbagai sumber dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda.
  2. Melihat ke belakang fakta dan nilai, ingat bahwa data atau informasi yang mudah diingat tidak selalu benar atau representatif secara keseluruhan. Cobalah untuk memeriksa atau memverifikasi fakta dan nilai sebelum mengambil kesimpulan.
  3. Memeriksa bias diri sendiri dengan berusahalah untuk menyadari kemungkinan adanya availability bias dalam diri sendiri dan mencoba untuk memeriksa dan mengevaluasi pandangan atau keputusan secara objektif.
  4. Menerapkan metode ilmiah yaitu jika sedang melakukan penelitian atau analisis, berusahalah untuk menerapkan metode ilmiah yang cermat dan objektif untuk mengumpulkan dan menganalisis data.
  5. Menggunakan contoh dan bukti yang berbeda-beda seperti cobalah untuk menggunakan contoh dan bukti yang berasal dari sumber yang berbeda-beda dan mencakup berbagai sudut pandang.
  6. Berdiskusi dengan orang lain. Berbicaralah dengan orang lain dan mempertimbangkan sudut pandang mereka. Ini dapat membantu memperoleh pandangan yang lebih objektif dan mencegah kecenderungan untuk terlalu bergantung pada pandangan yang mudah diingat atau diakses.
  7. Menghindari terlalu terburu-buru dalam pengambilan keputusan, biasakan untuk berusahalah memberikan waktu yang cukup dalam mempertimbangkan dan mengevaluasi informasi secara lengkap sebelum mengambil keputusan atau membuat kesimpulan.

Kesimpulan dan implikasi dari availability bias dalam pengambilan keputusan

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa availability bias mungkin terlihat realistis, namun itu dapat menyebabkan penilaian yang tidak akurat dan menghasilkan kesimpulan yang tidak benar. Hal ini disebabkan karena availability bias hanya memperhitungkan informasi yang paling mudah diingat atau diakses, tanpa mempertimbangkan informasi yang relevan namun mungkin tidak begitu mudah diingat atau diakses.

Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya bergantung pada informasi yang paling mudah diingat atau diakses, tetapi juga mempertimbangkan informasi yang relevan dan dapat memperbaiki pandangan yang lebih akurat tentang situasi atau kejadian. Dalam hal ini, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan menggunakannya untuk mengevaluasi situasi atau kejadian secara objektif dapat membantu mengatasi availability bias dan memperoleh pandangan yang lebih akurat dan objektif.

Tinggalkan Balasan