Skip to main content

Asal Usul Ideogram dan Penggunaannya dalam Sistem Tulisan di Berbagai Budaya.

sumber foto sampul https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Linear_B_Ideogram_B102_Woman.svg

Pengertian dan Sejarah Ideogram

Istilah “ideogram” berasal dari bahasa Yunani “idein” yang berarti “melihat” dan “graphein” yang berarti “menulis”. Istilah ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli bahasa Jerman, Gottfried Wilhelm Leibniz, pada abad ke-17 untuk menggambarkan simbol grafis yang merepresentasikan ide atau konsep.

Ideogram telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, terutama di China, Jepang, dan Korea. Pada awalnya, sistem tulisan di Asia Timur menggunakan gambar-gambar sederhana untuk merepresentasikan objek dan ide, tetapi seiring waktu, gambar-gambar ini berkembang menjadi karakter yang lebih kompleks, seperti penggunaan ideogram yang terkenal adalah sistem tulisan China, yang dikenal sebagai bahasa Hanzi. Karakter Hanzi adalah simbol grafis yang merepresentasikan kata atau konsep, dan sebagian besar karakter ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Beberapa karakter Hanzi telah digunakan selama ribuan tahun dan masih digunakan hingga saat ini.

Sistem Tulisan Ideogram di Asia Timur

Di Jepang, sistem tulisan Kanji juga menggunakan karakter ideogram yang diadopsi dari sistem tulisan China. Namun, Jepang juga memiliki dua sistem tulisan lainnya, yaitu Hiragana dan Katakana, yang menggunakan karakter fonetik yang lebih sederhana. Sementara di Korea, sistem tulisan Hangul awalnya menggunakan karakter ideogram yang dikembangkan dari sistem tulisan China. Namun, pada abad ke-15, seorang raja Korea bernama Sejong memperkenalkan alfabet Hangul, yang menggunakan karakter fonetik untuk merepresentasikan bunyi bahasa Korea.

Ideogram juga telah digunakan dalam berbagai budaya di seluruh dunia, termasuk Mesir kuno, Yunani kuno, dan Aztec. Di Mesir, hieroglif adalah contoh penggunaan ideogram yang terkenal, sedangkan di Yunani kuno, banyak kata yang dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol abjad.

Namun di Mesir kuno, Yunani kuno, ataupun Aztec ideogram lebih kerap diibaratkan sebagai  “logogram”, karena simbol-simbolnya merepresentasikan kata-kata atau konsep yang berbeda. Sementara itu, ideogram Asia Timur merepresentasikan kata-kata atau konsep secara visual melalui gambar-gambar atau karakter.

Selain itu, ideogram Mesir kuno, Yunani kuno, ataupun Aztec tidak sekompleks ideogram Asia Timur, karena ideogram Yunani biasanya hanya terdiri dari beberapa garis dan lingkaran sederhana, sedangkan ideogram Asia Timur sering kali terdiri dari beberapa karakter yang lebih kompleks dan rinci.

Mesir kuno, Yunani kuno, ataupun Aztec lebih menggunakan ideogran untuk merepresentasikan konsep abstrak, seperti pikiran dan ide, sedangkan ideogram Asia Timur digunakan untuk merepresentasikan objek, kata-kata, atau konsep konkret dan abstrak.

Meskipun begitu, keduanya memiliki kesamaan dalam hal penggunaannya sebagai sistem tulisan. Kedua sistem ini digunakan untuk merepresentasikan bahasa dan konsep secara tertulis, dan keduanya sangat penting dalam mempromosikan pertukaran budaya dan komunikasi antara berbagai negara dan budaya di seluruh dunia.

Saking kompleksnya di China Ada sekitar 50.000 karakter hanzi yang terdaftar, tetapi sekitar 20.000 karakter yang umum digunakan dalam bahasa Cina modern. Standar nasional Tiongkok mendefinisikan 6.763 karakter yang sering digunakan dalam bahasa Tionghoa modern. 

Bagai mana cara menghafalnya yah? Jangan pernah membandingkannya dengan abjad yang cuma 26 karakter. 

Perbedaan Antara Ideogram dan Abjad

Namun  perlu diketahui bahwa abjad bukanlah ideogram. abjad adalah sistem tulisan yang terdiri dari huruf-huruf yang mewakili bunyi atau suara tertentu dalam sebuah bahasa. Huruf-huruf tersebut tidak merepresentasikan gambar atau simbol untuk konsep atau ide, melainkan hanya untuk bunyi atau suara yang diucapkan dalam bahasa tersebut.

Kembali tentang bagaimanga mengingat ideogram yang begitu banyak, ideogram cenderung memiliki arti yang sangat kaku dan baku. Misalnya, ideogram “人” hanya mewakili orang dan tidak dapat merepresentasikan konsep lain seperti emosi atau sifat manusia. Oleh karena itu, ideogram sering digunakan bersama dengan karakter fonetik atau kata-kata untuk memberikan makna yang lebih lengkap.

Penggunaan Ideogram dalam Desain Branding

Seperti pada seni desain branding desainer mengimplementasikan inisial nama brand mereka pada logo yang dibuat. Begitulah kira kira Ideogram untuk lebih mudah diingat.

Bukan hanya logo dalam era digital saat ini, ideogram terus digunakan dalam berbagai bentuk, termasuk emoji, yang digunakan dalam pesan teks dan media sosial. Emoji adalah gambar yang digunakan untuk merepresentasikan emosi, konsep, atau benda dalam bentuk visual yang sederhana.

Dalam kesimpulannya, penggunaan ideogram telah ada selama ribuan tahun dan telah digunakan dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Ideogram terus berkembang dan digunakan dalam berbagai bentuk, termasuk dalam desain grafis dan branding serta dalam bentuk emoji.

Tinggalkan Balasan